Jujur. Pendapat jujur adalah yang paling dibutuhkan penulis untuk memperbaiki karyanya. Sebaliknya pendapat bohong dan basa-basi—apakah itu pujian ataupun hujatan semata—hanya akan menyesatkan penulis. Dia tidak menyadari apa sebenarnya kelebihan dan kekurangan karyanya, dan kalau dia tetap meneruskan kesalahannya itu ujung-ujungnya akan berakhir pada penolakan dan kekecewaan di ajang kompetisi yang sesungguhnya.
Memberi semangat. Terutama jika naskah yang kita kritik adalah hasil karya seorang penulis pemula—duh… kalau dipikir-pikir, sebenarnya saya juga masih masuk golongan ini—yang pastinya masih banyak kekurangan, dan sebagai penulis dia masih sangat membutuhkan dorongan motivasi. Jika kita memang berniat membantu, buatlah agar dia terus bersemangat menulis dan memperbaiki tulisannya.
Menghormati. Seringkali kita memperlakukan penulis pemula tidak sama dengan cara kita memperlakukan para senior yang kita sudah kenal kemampuannya. Tanpa melihat level dari penulis yang karyanya kita kritik, kita tetap harus menghormati mereka tanpa kecuali, sama rata. Menganggap diri kita lebih hebat dan merendahkan mereka, dengan gaya menggurui atau bahkan membodoh-bodohi, hanya akan membuat perselisihan dan perdebatan yang tidak produktif.
Seimbang. Selain jujur, kita juga harus bisa memberikan kritik yang seimbang. Semakin banyak aspek yang dinilai akan semakin bagus. Apa kelebihannya dan apa kekurangannya, serta apa saja yang bisa diperbaiki, semua juga harus disampaikan. Kadang memang, kita begitu terpesona, tapi bahkan karya yang sedemikian bagusnya juga tetap masih ada celahnya, karena memang tidak ada sebuah karya manusia yang sempurna.
Mudah dimengerti. Sama saja dengan saat kita membuat cerita, yang harus bisa dimengerti oleh pembaca, demikian pula kritik, yang harus bisa dipahami pula oleh sang penulis. Tulis kritik kita dengan rapi, dengan kalimat dan paragraf jelas yang enak dibaca, dan gunakan bahasa yang lugas tidak berbelit-belit sehingga penulis tidak salah mengerti dengan apa yang sebenarnya ingin kita sampaikan.
kembali ke Mengkritik Naskah Fiksi
-rdv-
Agustus 5, 2008 at 5:29 pm
[...] · Karakteristik Kritik Yang Baik [...]
September 9, 2008 at 4:57 pm
waaah.. kak villam sudah seperti ini
thanks yah kakak2 semua :X