• Jangan membaca hasil kritikan orang lain sebelum kita membaca dan mengkritik naskah tersebut. Jika tidak hasilnya akan bias dan basi.
  • Tahap pertama, tuliskan impresi kita sebagai pembaca. Catat apa yang kita rasakan sejak paragraf pertama, sedikit demi sedikit sampai selesai satu bab, kemudian berlanjut sampai akhirnya selesai satu buku, dan akhirnya tuliskan kesan kita secara keseluruhan. Apakah ceritanya menarik sejak awal? Apakah kita menikmati membacanya? Siapa yang mungkin akan bisa ikut menikmati membaca ini? Apakah naskah ini potensial untuk dipasarkan?

  • Tapi hanya memperlakukan diri sebagai pembaca mestinya tidaklah cukup. Dengan sedikit pengetahuan yang kita punya sebagai penulis, cobalah untuk memberi masukan, hal-hal apa saja yang mungkin bisa diperbaiki, ditambahkan, atau dikurangi. Memang, seringkali kita canggung apakah kita sudah pantas disebut sebagai penulis, dan apakah kita pantas memberi kritikan dan masukan, tapi kesampingkanlah itu dan ingat kembali pada tujuan mengkritik: menemukan kelemahan sebuah naskah dan membantu penulis menuliskannya menjadi lebih bagus.
  • Beri contoh-contoh perbaikan, jika mungkin. Penulis akan lebih mengerti di mana kekurangan naskahnya. Seperti kata pepatah: ‘sebuah contoh nyata lebih bagus daripada seribu kata’.
  • Pujilah jika memang pantas dipuji. Berikan komentar positif, bukan karena kita ingin menyanjung-nyanjung sang penulis, melainkan untuk menunjukkan sisi-sisi mana yang sudah bagus pada karyanya, menurut kita, dan apa alasannya, sehingga penulis mengerti bahwa dia tidak perlu mengubah hal-hal yang sudah bagus tersebut pada saat dia melakukan revisi.
  • Tapi perlu disadari pula, bahwa seluruh kritikan dan masukan itu tetaplah merupakan pendapat kita, yang tak perlu kita paksakan kepada sang penulis. Penulis tetap yang paling tahu apa yang sebenarnya ingin disampaikan melalui ceritanya, dan dia tetap punya hak penuh apakah akan merevisi atau tidak ceritanya.
  • Yang penting diperhatikan pula, jangan pernah mengkritik pribadi sang penulis. Obyektif, dan fokuskan perhatian kita pada naskahnya, bukan penulisnya.
  • Kritiklah seperti halnya kita ingin dikritik. Tanyakan diri kita sendiri sebelum mengirimkan hasil kritikan kita: seperti inikah nanti karya kita ingin dikritik oleh orang lain?

kembali ke Mengkritik Naskah Fantasi

-rdv-