ANAK LELAKI DAN SI PENGUBAH WUJUD
Juunishi Master
—
Cerita ini telah dihapus tetapi nanti akan bisa dilihat di buku Antologi Cerpen Fantasy Fiesta 2010 yang akan segera terbit.
Agustus 24, 2010
ANAK LELAKI DAN SI PENGUBAH WUJUD
Juunishi Master
—
Cerita ini telah dihapus tetapi nanti akan bisa dilihat di buku Antologi Cerpen Fantasy Fiesta 2010 yang akan segera terbit.
Agustus 24, 2010 at 4:30 pm
Nggak banyak bisa komen, karena saya sudah menikmati cerita ini sepenuhnya. Mungkin kalau ada keluhan, cuma karena kurang penjelasan, yang tentu saja dengan 3000 words sulit terkabul.
Ada niat majang aslinya?
Agustus 24, 2010 at 4:54 pm
cute story, juun
sangat dongeng plus ada pesan moralnya juga,
Agustus 24, 2010 at 5:06 pm
@Kou: Yep, ada niat majang versi extended non-3000-kata. Coming soon di blog gw.
@fred: Uwah, cute???
(gak nyangka aja dikomentarinnya sbg cute) Dan ngomong2 soal pesan moral, jd inget random thoughts gw waktu ngobrol ama yg lain, tahu2 terlintas kalo pesan moral cerita ini bisa dikaitkan dgn bulan Ramadhan.
Thx for comment.
Hehe.
Agustus 24, 2010 at 5:16 pm
hahaha, iya bulan Ramadhan tuh
pas banget!
cute maksudnya positif kok, ya kayak dongeng itu
Agustus 24, 2010 at 5:22 pm
“Jagalah hati dan pikiran Anda dari godaan setan”
Gw jg udah krik2 pas tahu2 kepikiran gitu. Boro2 ada niat dari awal, gw puasa aja kagak.
Ah, cute yg gitu maksudnya. Udah baca yg Dongeng si Kaya ato Moka? Itu jg sangat dongeng sekali.
Rasanya nostalgia jaman SD msh baca Bobo (not in a bad way) pas bacanya.
Hehe.
Agustus 24, 2010 at 5:38 pm
(ternyata gw enggak bisa “balas” balasan orang lain atas balasan sebelumnya… xD)
iya, juun, nanti pasti kebaca jg deh dongeng2 yg lain
soalnya ini fiesta bacaannya emang banyak banget… gw aja bingung mau mulai baca yg mana lagi… >_<
Agustus 24, 2010 at 7:27 pm
Menurutku ini contoh ide sederhana dengan eksekusi yang bagus. Paling suka kalimat ini:
“Pohon-pohon berbicara dalam pertanda-pertanda yang sukar dibaca, tapi roh yang menghidupi mereka lebih santun serta lebih bijak daripada sebagian besar hewan dan manusia.”
Great work Juun. Kemajuannya kelihatan banget.
Agustus 25, 2010 at 12:54 pm
Kalimat itu blm tentu gw bisa buat utk kedua kalinya kalo mendadak file cerita ini hilang.
Skill-nya masih blm terasah.
(dan ini kemajuan nulisnya mudah2an gak cuma di sini tp bisa dibawa ke proyek gedenya orz)
Thx for comment, btw.
Hehe.
Agustus 24, 2010 at 8:25 pm
“Aku kasihan dengan orang-orang yang tinggal di Mattao. Sepertinya mereka semua ketakutan dengan penyakit itu.” kata Mongku
“Memang. Namanya juga wabah. Apa boleh buat kan?” kata Barnabas
“Bagaimana kalau kita menolong mereka Barnabas?” Mata Mongku bersinar. Dia bersemangat.
Barnabas mengangkat alis.
“Menolong bagaimana maksudmu?”
Mongku meloncat, menghunus pedang di punggungnya dan berkata, “Kita lawan si penyakit itu. Agar tidak ada seorang yang pun dibawa pergi olehnya. Aku berani bertaruh, kalau si penyakit itu tidak lebih hebat daripada Sindel.”
Barnabas menepuk jidatnya.
“Ya ampun…”
Agustus 24, 2010 at 8:27 pm
“Mongku? Mattao itu nama orang, bukan nama desa. Dan penyakit itu bukan nama orang. Penyakit itu.., ya penyakit.” kataku membetulkan
Agustus 24, 2010 at 8:53 pm
LoL!
Duet Mongku-Barnabas ini emang menghibur!
Hehe.
Agustus 24, 2010 at 9:45 pm
saya hadir >.<
Ah, cerita ini sulit dikasih komen. Udah kayak cerita utuh yang tidak bisa berubah, kecuali ada versi lain. Kurang lebih sama seperti cerita-cerita rakyat kita. Enak bacanya
*pergi jalan-jalan lagi*
Agustus 24, 2010 at 9:50 pm
Versi extended, coming soon.
Lbh dr 3000 kata, sebagai bentuk “pembalasan dendam” pada batasan 3000 kata itu.
Hehe.
Agustus 24, 2010 at 9:53 pm
wah, aku jadi penasaran ada penambahan di bagian mana. Tapi yang ini beneran udah rapi kok. Btw, ntar kabar2 ya klo yg extended udah keluar XD
Agustus 25, 2010 at 8:52 pm
aku baca ini jadi keinget cerita2 hiawatha n pocahontas
apa memang terinspirasi dari kedua cerita itu?
tema yang diangkat menarik, ceritanya juga ngalir
cuman aku harus setuju dengan komen2 sebelumnya kalau beberapa bagian masih butuh penjelasan
maklumlah kita dibatasi
Agustus 26, 2010 at 9:29 am
Ngg, kalo terinspirasi sih nggak dari Hiawatha ama Pocahontas. Inspirasi lebih banyak datangnya dari The Chronicles of Ancient Darkness. Masalah nuansanya sangat “Native American” (utk membedakan dgn Indian yg berarti org India), ada jg faktor dari kecil saya tergila2 sama dunia Wild West yg identik dgn koboi dan Native American.
Hehe.
Agustus 25, 2010 at 9:49 pm
ini keren! XD
memang ada beberapa penjelasan yang masih perlu dijelaskan tapi cerita ini cukup mengena buatku
Agustus 26, 2010 at 9:32 am
Hm, penjelasan yah? Gw agak meminimalisir penjelasan yg gak perlu selain krn batasan 3000 kata, penjelasan itu bisa jd info dump jg kalo gak tepat. Kalo boleh tahu, apa yg dirasa masih perlu penjelasan lbh lanjut?
*referensi buat extended version*
Hehe.
Agustus 26, 2010 at 9:56 am
sip! saya tunggu XD
mengenai yang perlu ditambahkan…
di awal2 itu kan disebutkan ada 7 kelompok yang pergi mencari obat, tapi sepertinya penulis lupa membahas yang satu itu…
Agustus 25, 2010 at 10:28 pm
kereeen
simpel tapi mantap, kerasa indian2an lagi hehe
klo ada versi extended masuk daftar wajib baca nih
Agustus 26, 2010 at 8:37 am
setuju sama beberapa pendapat di atas, ini tipe cerita yang plotnya sebenarnya simpel tapi disajikan dengan bagus sekali. gaya narasinya enak, dan karakterisasinya top. gw rasa, buat cerpen dengan jumlah words terbatas, ini pendekatan yang paling tepat.
cuma ya…masih belum puas gw sama endingnya. yah, tetap aja bagi gw hanya itu yang menghambat kok. cerita ini sendiri unggulan gw buat menang nih
Agustus 26, 2010 at 8:44 am
Cerita Indian kedua di FF 2010?
Sekali lagi, mengesankan di luar dugaan. Aku mulai ngerasa Dewan Juri bener2 bakal kesulitan milih pemenang.
BTW. Ini mungkin cuma aku aja, tapi aku ngerasa gaya narasiku dengan gaya narasi Juu ternyata lumayan mirip.
Agustus 26, 2010 at 7:09 pm
Komentar, semua udah diambil sama orang2 diatas. Kalo boleh ngasih tambahan saran buat extended versionnya, mungkin di bagian kostumnya, Juu. Aku agak kaget waktu mbaca ternyata ikat kepala jadi penanda asal suku, kaya di Naruto.
Dan, penjelasan emosi tokohnya kerasa banget. Top dah!
Agustus 26, 2010 at 7:35 pm
Wualah, disangka ikat kepala Naruto rupanya.
Hmm, oke~ Krn di versi extended emang berniat berkreasi tanpa dibatasi kuota, gw rasa bisa juga disisipin soal itu.
Terima kasih buat masukannya.
*dan baru kepikir sekarang kalo gw hrsnya gak nulis dlm kondisi lapar kalo gak mau tiba2 ada deskripsi wisata kuliner imajiner masuk ke cerita (dlm cerita ini jamur panggang … gubraks, ngapain yah gw tulis???)*
Hehe.
Agustus 27, 2010 at 8:46 am
Itu bagus lagi. Eskposisi karakter!
Agustus 27, 2010 at 11:20 am
Seperti kata gw kemaren-kemaren, ini cerita yang sederhana dan mengena. Ditulis dengan baik dan langsung ke tujuan. Pesan moralnya juga dapet. Mangstab, Gan!
Secara keseluruhan, ini cerita yang sangat baik. Simpel, but then again, dia nggak perlu menjadi apa pun yang bukan dirinya.
Selamat, ya, Juu. Ini karya yang sangat layak untuk FF 2010.
Agustus 27, 2010 at 5:28 pm
Tema yang dibawakan dalam cerpen ini adalah alam. Lalu pesan yang disampaikan pun bagus; penilaian kita terhadap orang lain seringkali tidak objektif karena kurang luasnya persepsi.
Komentar saya, ya.. saya suka dengan cerpen ini. Maaf ya karena komentarnya kurang bermutu.
Agustus 27, 2010 at 6:47 pm
oke2, saya agak kurang ajar karna ngasih komentar gak penting.
gini, saya merasa agak heran dengan tindakan tetua yang mengirim mattao dan geddaro. apa betul dikirim biar mereka berdua menjadi lebih dekat?
mungkin memang itu, saya rasa, salah satu dari tujuannya mereka dikirim. tapi saya hanya merasa ada yang kurang beres.
soalnya, keliatannya mattao tidak benar2 menunjukkan sikap bencinya terhadap geddaro, jadi dari mana tetua bisa tau akan masalah itu?
itu komentar saya, kurang lebihnya saya mohon maaf ya Juu..
Agustus 27, 2010 at 7:06 pm
Makin byk aja alasan gw utk bkn extended version.
Yep, gw udah menduga ada yg mempertanyakan “Masa iya Tetua ngirim dua org yg bermasalah jd satu tim.” Sbnrnya gw udah mengindikasikan di awal kalo sbnrnya Mattao-Geddaro itu pasangan yg gak sengaja jd satu kelompok krn sistemnya undi pas milih pasangan.
Soal Tetua tahu dari mana, hm, ini sesuatu yg sbnrnya udah dirancang tapi gak gw reveal di cerita.
*aduh tugas akhir~ hiks, saya ingin bkn extended ver secepatnya, hiks orz*
Hehe.
Agustus 28, 2010 at 10:45 am
Kereeen Juu…
Awalnya menarik, tengahnya bikin penasaran, endingnya manis dan secara keseluruhan cerpen ini menguat setelah dibaca.
Terima kasih sudah menampilkan cerpen ini untuk fiesta 2010. Gw sangat.sangat.sangat menikmatinya.
Agustus 28, 2010 at 6:42 pm
Dan terima kasih juga karena sudah komentar, Mbak.
Senang juga cerita yg dibuat bisa terasa berkesan di pembacanya.
Hehe.
Agustus 28, 2010 at 3:29 pm
Aku kebayangan tiga hal: Chronicles of Ancient Darkness (setting suku indian hutan dalamnya), manga +Anima (shapeshifter), dan Chuck Norris (yang pernah berperan jadi shapeshifter Indian di filem jadul yg kulupa judulnya), XD
Konsep roh bumi dan roh manusianya oke juga, sayang kok kurang panjang. Nama2nya sudah cocok dan terkesan ‘suku hutan banget’. Pemandangan alamnya juga cukup ngena.
Awalnya kirain ‘ah, pasti serigala atau beruang’, ternyata rusa jantan; diluar dugaan, tpi aku suka itu, hehehe.
Konflik batinnya bagus.
Terus…mungkin deskripsi hasil perubahan si Geddaro, kok aku kebayang manusia dengan setengah tubuh keatas berupa tubuh rusa? wkwk, oke2, aku tahu kok yang berubahnya cuma kepalanya. Tapi kalimat ‘tubuh menyerupai manusia’ itu yg bikin aku ragu
Okeh, itu dulu aja yah…
Agustus 28, 2010 at 6:51 pm
Chronciles of Ancient Darkness, kasih centang. +Anima, kasih centang. *mengaku dosa* Hmm, Chuck Norris …? Kyknya gak kepikiran kalo film jadul.
…
Selain Mortal Kombat Annihilation ato yg mana itu yg si Nightwolf ngajarin Liu Kang cara Animality. Nggak, tapi Mortal Kombat gak seberapa menginspirasi shapeshifter ini.
Hmm, kalo boleh tahu konsep roh bumi dan roh manusianya terasa krg panjang, krg panjang di mananya nih?
Deskripsi perubahan msh potensial salah kaprah … Hmm, saya sendiri msh meraba2 cara plg telak utk mendeskripsikan wujud zoanthrope (manusia-hewan) macam di game Bloody Roar.
Terima kasih sudah menyempatkan diri baca dan kasih komentar.
Hehe.
September 7, 2010 at 12:38 am
oh, ternyata Mantoel Toenik = Juunishi yah
baru tahu.
“Roh manusia hendak mengabaikan jalan alam, namun roh Bumi memaksanya mengakui keberadaan jalan alam tersebut”
mungkin enggak penting sih, cuman penasaran sich, kenapa roh manusia dibilang mengabaikan jalan alam?
mungkin bisa seperti ini…
“Muncul rambut-rambut tebal coklat di sepanjang tangan dan lengannya. Hal yang sama terjadi pada wajahnya juga. Bola matanya menghitam, tak menyisakan putih, membesar dan kini tampak seperti mata seekor hewan. Perlahan tumbuh tonjolan dari belakang telinganya; tonjolan putih, sewarna tulang, yang terus membesar dan membentuk cabang-cabang sebentuk ranting pohon.
Berdirilah dia disana, si pengubah wujud; makhluk setengah manusia, dan setengah rusa jantan.”
Jdi deskripsiny satu2 tpi yg sangat menangkap mata aja, heheheh. Semoga saran ini bermanfaat
, semangat!
Agustus 28, 2010 at 7:16 pm
Ok prefer this than draft awal (Signat!)
dan bener, semuanya terasa begitu cerpen.
walaupun untuk menjelaskan 2 kalimat.
“orang mati = devil bebas”/ “Roh bumi = setengah rusa” sempat dimasukkan side arc si buronan.
jadi kepikir hanya orang kaya juu yang bisa masukkin cerita lagi di satu cerpen tanpa terasa bahwa dua cerita sedikit terpisah.
That’s it, peace out
Agustus 28, 2010 at 8:28 pm
Sbnrnya gw malah gak ngerasa masukin cerita lain.
Terasa seperti itu yah?
Dan, baguslah kalo memang cerpen yg ini lbh disukai ketimbang calon pertama.
Hehe.
September 2, 2010 at 3:04 pm
wow Juu..
ceritamu bagus banget:D
Walau sedikit lambat di awal, tp gw malah bisa merasakan begitu tenangnya alam hutan dan pegunungan.
Dramanya tentang ayah dan anak yg sama2 ditinggal orang tersayang sangat manusiawi & sukses bikin gw terharu..
Jujur gw lebih suka cerita fantasi model begini. Ga heboh dengan pertempuran atau magic yg hingar-bingar. Sederhana saja tapi bertutur tentang sisi humanity..:)
Sebagai seorang ayah gw nyesel telat baca karena ini satu2nya cerita yg buat gw sungguh membekas di hati..
September 5, 2010 at 8:52 am
Ah, awalan yg lambat yah?
Hmmmmm, saya jd susah komentar balik kalo soal awalan lambat. Sering banget terjadi dan efeknya ke pembaca beda2, jd blm menyimpulkan hrs berbuat apa ke awalan lambat itu.
Terima kasih sudah komen.
Senang juga kalau dengar ada yg menganggap cerita ini membekas di hati.
Mudah2an lain waktu saya juga bisa bikin yg sejenis ini lagi.
Harus lebih bagus tentunya.
Hehe.
Juni 17, 2011 at 11:25 pm
jadi pengen baca ni cerpen…entar coba-coba cari bukunya aja deh di Gramedia