Agustus 2010


SANG PELUKIS

Fredrik Nael

Cerita ini telah dihapus tetapi nanti akan bisa dilihat di buku Antologi Cerpen Fantasy Fiesta 2010 yang akan segera terbit.

CHRISTAL, TULISAN CERMIN, DAN SAPHIRE

Feni N.S.

Kebanyakan perempuan yang mulai bertumbuh dewasa akan meninggalkan kebiasaan yang dilakukan saat anak-anak dan mulai beralih pada ritual mempercantik diri. Tapi, hal tersebut tak berlaku bagi Christal, gadis berusia 13 tahun yang duduk di kelas 7 di salah satu sekolah internasional di Jakarta. Kalau anak seusianya yang lain memakai uang jajan mereka untuk membeli asesoris atau alat kosmetik, Christal memakainya untuk membeli berbagai buku favoritnya.

Christal, gadis kecil bermata cokelat dan berambut hitam kecoklatan sebahu itu adalah seorang kutu-buku. Tak heran tempat favoritnya di sekolah adalah perpustakaan. Seperti saat jam istirahat sekarang, ia dan sahabatnya Liza sedang asyik membaca buku.

(lagi…)

UNDER THE GREENWOOD TREE

Restya

Aku pertama kali melihatmu di sana, di bawah hamparan hijau sebuah pohon besar nan elok yang berada pi pinggir desa tempat aku tinggal.

Saat itu, aku sedang mencari tanaman-tanaman herbal untuk membuat ramuan obat-obatan yang dipesan oleh seorang tabib di desaku. Dia penyembuh tersohor di desaku, dan aku bekerja padanya sebagai pengumpul bahan mentah.

Hari sangatlah terik ketika aku beranjak keluar dari rumahku. Tapi aku tak peduli. Aku tetap berjalan ke ujung desa menuju hutan. Angin lembut bertiup pelan melambai-lambaikan rambut hazel bergelombang milikku saat aku telah sampai di perbatasan antara desa dan hutan. Sambil bersenandung, aku melangkah masuk ke dalam hutan dengan sedikit lompatan-lompatan kecil di sela-selanya.

(lagi…)

SEPAKBOLA 2189

Qeeya Aulia

“Sampai besok, Ra! Besok harus tetap fit ya?!” ujar Setyo teman se-klub sepak bolaku

“Ok!” jawabku pasti dengan memamerkan jari-jariku yang membentuk sebuah lingkaran dari ibu jari dan jari telunjuk.

Namaku Satria Dira Wardhana. Panggilanku Dira. Aku masih duduk di bangku kelas 3 SMPN. Sukamulya. Hobiku sama seperti anak lelaki pada umumnya. Bermain Sepak Bola. Besok adalah Pertandingan Final Antar Sekolah Menengah Pertama se-Bandung Raya. Kali ini tim inti sekolahku harus berhadapan dengan juara bertahan di  pertandingan  ini selama 5 tahun berturut-turut. SMPN. Wanaguna 1. Ini adalah salah satu kehormatan bagi sekolah kami yang belum pernah menginjakkan kaki di pertandingan final.

(lagi…)

PERJALANAN: EKSTREMIS, SENIMAN, TUHAN

Smith61

Forum Semesta memperkirakan bahwa suatu bencana besar akan datang di masa depan. Perkiraan ini berdasarkan penemuan data aneh dari tempat sangat jauh, yang sepertinya berasal dari suatu peradaban makhluk lain yang selama ini dipertanyakan umat manusia.

Mungkin memang masih belum pasti dan sangat lama, tapi umat manusia harus bersiap. Berdasarkan pemikiran itu, Sang Seniman DNA melaksanakan misi kemanusiaan besar-besaran.

(lagi…)

INTI KHATULISTIWA

Catzlink

Saat masa perang dunia ke tiga telah lewat dan berganti dengan puluhan peperangan lainnya manusia tidak pernah mau tahu bahwa mereka telah membuat kesalahan besar. Berbagai peringatan tidak pernah mereka gubris sampai akhirnya sang matahari merasa waktunya untuk bertindak telah tiba.

Puluhan tahun berganti dan beberapa generasi terhenti. Namun manusia yang mengatakan diri mereka begitu hebat dan jenius tak dapat juga meredakan murka matahari. Ribuan orang mencari cara tapi jutaan jiwa pula lenyap karena jalan keluar yang mereka buat.

(lagi…)

ATHENE: AKU TAK PERLU KEMBALI LAGI

Adil Albanny

Pagi ini sangat ramai. Orang-orang sudah terbangun sejak fajar terbentang. Chrusilla sedang bergembira hati. Seorang Astazen telah lahir! Dan ini harus dirayakan.

“Siapa Astazen kali ini?” tanya Athene.

“Scarlett, anak laki-laki Tuan Yulius.” jawab Ibu cepat. Kedua tangannya tengah asyik menyulam sebuah gaun.

“Tuan Yulius? Raja tanah di Chrusilla itu!?”

“Iya…”

(lagi…)

KISAH LAIN NAWANGWULAN

Tya

Langit masih biru meski tak sejernih dulu. Matahari pun masih saja setia menyinari negeri tropis tempat aku biasa berendam seperti sekarang ini. Bersama enam orang kakakku, aku berendam sambil bergosip hal-hal tak penting hanya supaya terlihat kami tak ada bedanya dengan manusia imortal lain. Di negeri langit asal kami, tidak perlu ada air untuk mandi atau kebutuhan lain seperti yang dilakukan manusia. Kami jauh lebih terhormat dari makhluk yang suka melamun sambil menggali kotoran hidungnya dengan jari telunjuknya itu. Tapi bagaimana pun juga, karena leluhur kami masih keturunan manusia bumi, kami butuh air bumi untuk tetap hidup abadi. Tepatnya ketika hari penganugerahan mustika seperti hari ini. Kalau saja hari ini bukan hari saat aku mendapat mustika, pasti aku sedang duduk-duduk menikmati pemandangan awan senja dari balkon kamarku di istana langit. Bumi terlalu jorok untuk ditinggali dan aku kesal bukan main kalau ada manusia yang buang sampah di sungai.

(lagi…)

HUJAN

D. Catcher

Cerita ini telah dihapus tetapi nanti akan bisa dilihat di buku Antologi Cerpen Fantasy Fiesta 2010 yang akan segera terbit.

TEA TIME (OR THE STORY WHICH WAS WRITTEN FROM ANOTHER SIDE)

Serasoshiny

Bulan menunjukkan setengah tubuhnya dengan malu-malu.

Nun jauh di kegelapan malam, sebuah rumah berbentuk apel yang terguling memancarkan cahaya yang terang.

“Dragon,” panggil salah seorang tamu. “Asistenmu datang berkunjung.”

“Dragon, aku datang membawa kerjaan minggu ini,” ujar orang yang satunya, yang lebih pendek dan lebih muda. “Kalau kau telat mengumpulkan seperti minggu lalu, Raja bisa marah padamu, lho.”

(lagi…)

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.