ANNUNAKI!

Ken

Perkenalkan, saya adalah Enki. Saya adalah salah satu mahluk dari planet yang jauh disana, dari tata surya berbeda. Secara fisik kami memiliki tubuh bersisik seperti ular dan berwarna kehijau-hijaun serta mempunyai ekor. Kami mempunyai 2 kaki dan tinggi sekitar 250-300 centi meter.  Saya adalah salah satu ilmuwan yang berkerja untuk Explorer organization- organisasi explorasi. Kami sendiri menamakan Ras kami Draconian. Tugas kami mencari planet barui untuk diambil sumber daya alamnya.  Kami mempunyai teknologi yang bahkan sulit dibayangkan oleh manusia bahkan pada zaman sekarang ini.

Suatu ketika Kami menemukan planet yang sangat biru. Yang dihuni oleh mahluk yang tidak mempunyai kepintaran dan akal budi seperti kami. Kami juga menemukan sumber daya yang sangat berguna untuk teknologi-teknologi yang kami kembangkan. Salah satunya adalah emas. Dimulailah invasi atas planet yang sangat indah dan kaya akan sumber daya alam ini. Yang akhirnya kita kenal dengan bumi.

Prosedur-prosedur awal yang kami jalankan biasanya pemilihan lokasi yang strategis serta pembangunan markas sebagai pusat control kegiatan kami. Awalnya kami berkerja dengan teknologi-teknologi yang kami ciptakan. Yang berupa alat pencari lokasi emas atau radar, alat pengeboran atau drilller, alat pengumpulan atau collector serta alat pemroses atau processor. Alat-alat tersebut dioperasikan masing-masing oleh ilmuwan kami.

Kami berkerja dan melaporkan semua penemuan kami ke planet asal Draconian. Proses ini berlangsung sekitar 50 tahun dalam hitungan waktu bumi. Sampai suatu ketika saya mengusulkan sesuatu kepada pimpinan kami di Bumi yang bernama Amon, dalam suatu rapat yang diadakan oleh kami setiap tahunnya.

Enki: “Yang mulia Amon, Setelah berbagai pertimbangan dan pemikiran , saya ingin mengusulkan sesuatu untuk kemudahan kita dalam menjalankan perkerjaan di planet bumi ini.”

Amon: ”Usul? Usul apa yang dapat kamu berikan kepada saya untuk planet bumi ini Enki? ”

Enki: ”Yang mulia Amon, Saya mempunyai usul untuk menciptakan mahluk yang memiliki inteligensi rendah dan tidak dapat berproduksi. ”

Amon: ” Atas dasar apa kamu mengusulkan pembuatan mahluk tersebut? ”

Enki: ”Saya merasa perkerjaan yang kita lakukan terasa begitu berat, dan alangkah lebih mudahnya kita menciptakan sesosok mahluk sebagai budak kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan ini. ”

Amon: ”Bagaimana rencana kamu untuk menciptakan mahluk-mahluk tersebut? ”

Enki: ”Dengan teknologi Bioorganisme yang kita punya, saya akan mencoba menciptakan pencampuran mahluk dengan gen Draconian dan mahluk primitif yang ada di bumi. ”

Amon: ” Lalu apakah kau mempunyai usul untuk menamai mahluk yang akan kau ciptakan nanti? ”

Enki: ”Tentu yang mulia, saya akan menamakan mereka manusia. ”

Amon: ”Nama yang menarik, dan usul yang menarik pula. Kalau begitu bentuklah tim dengan ilmuwan-ilmuwan terhebat yang bisa kau temukan disini. Saya akan memberikan waktu sampai rapat berikutnya, yaitu 1 tahun waktu bumi dan kamu harus mempresentasikan hasil ciptaan tim kerjamu kepada saya dan dewan-dewan Draconian.”

Enki: ”Terima kasih yang mulia, dan proyek ini saya namakan The human project. ”

Percobaan-percobaan Enki dan timnya awalnya selalu saja gagal. Dengan kerja keras dan keuletan mereka akhirnya bisa menciptakan Ras yang mereka beri nama manusia. Sosok yang mereka ciptakan berwajah seperti mahluk primitif yang ada di bumi. Namun memiliki badan yang menyerupai ras Draconian dengan tinggi lebih pendek, yaitu sekitar 150 centi meter dan tidak memiliki buntut serta tidak bersisik.

Setelah 1 tahun waktu bumi yang diberikan,  Enki beserta timnya mempresentasikan mahluk ciptaan mereka kepada Amon dan dewa-dewan yang berjumlah 10 orang.

Enki: “Yang mulia Amon beserta dewan yang saya hormati 1 tahun waktu yang diberikan oleh yang mulia telah usai, izinkan saya mempresentasikan mahluk ciptaan kami.”

Amon:”Baik, saya memberikan kesempatan kamu untuk mempresentasikan mahluk ciptaan tim Human Project dan hasilnya akan disepakati oleh saya dan dewan-dewan yang hadir disini.”

Lalu berdirilah sesosok manusia hasil ciptaan tim Human Project di hadapan Amon dan dewan-dewan yang hadir. Mereka berdecak kagum melihat hasil mahluk ciptaan tim Human Project tersebut.

Enki:”Mahluk yang berdiri di hadapan para dewan-dewan ini kami namakan manusia, mempunyai tinggi yang lebih pendek dari Ras Draconian dan merupakan pencampuran dengan mahluk asli bumi.”

Dewan-dewan: “Enki, lalu apakah yang dapat mahluk ini lakukan untuk para ilmuwan-ilmuwan yang kami tempatkan di bumi?”

Enki:”Mahluk ini mempunyai tingkat inteligensi yang sangat rendah dan tidak dapat ber reproduksi yang akan kami jadikan budak untuk membantu pekerjaan-pekerjaan yang ada di bumi.”

Dewan-Dewan:” Bagus! Kami kagum dengan kerja tim kalian dan akan kami diskusikan lebih lanjut mengenai keputusan yang akan kami buat.”

Lalu, setelah 2 jam diskusi yang dilakukan oleh para dewan dan Amon.

Amon:”Saya dan para dewan setuju atas Human Project yang kalian lakukan, dan diperintahkan untuk membuat produksi masal atas manusia yang kalian ciptakan tersebut!”

Enki:”Terima kasih kami telah diberikan kesempatan untuk mempresentasikan mahluk ciptaan kami di hadapan yang mulia Amon dan Dewan-dewan yang ada disini, dan perintah akan kami laksanakan secepatnya.”

Sebenarnya manusia yang diciptakan oleh Enki dan timnya tidaklah sesempurna yang diharapkan.  Karena waktu 1 tahun yang diberikan Amon tidak cukup untuk melakukan penyempurnaan pada manusia tersetbut. Kekurangannya terutama mereka belum bisa mencegah reproduksi yang dilakukan oleh manusia dari penurunan gen Draconian. Namun Enki dan timnya menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada manusia .

Produksi-produksi manusia pada awalnya berjumlah 50 orang yang dilakukan oleh Enki beserta timnya.  Awalnya manusia-manusia yang diciptakan menuruti semua hal yang diperintahkan oleh Enki . Mereka melakukan semua pekerjaan-perkerjaan yang dahulu dikerjakan oleh para ilmuwan Draconian. Mereka mengumpulkan sumber daya alam yang dibutuhkan oleh para ilmuwan. Sedangkan para ilmuwan sangat kagum dengan mahluk yang mereka ciptakan tersebut.

Sampai suatu hari Enki melihat hal-hal aneh yang ditunjukan oleh manusia-manusia . Mereka sering mempertanyakan pekerjaan-pekerjaan yang harus mereka lakukan. Akhirnya Enki meneliti seorang manusia dan menemukan bahwa Inteligensi mereka berkembang dan dapat melakukan reproduksi. Hal inilah yang ditakutkan oleh Enki dan entah mengapa disisi lain dari dirinya sangat senang dengan perkembangan yang ditunjukan oleh manusia ini.  Sehingga dalam kurun waktu 1 tahun itu populasi manusia mencapai 200 orang.

Enki lalu berencana memberikan informasi sebenarnya tentang Ras Draconia  kepada manusia-manusia tersebut. Hal ini didiskusikan kepada Amon.

Enki: “Yang mulia, Saya rasa manusia-manusia ciptaan saya berhak mendapatkan informasi mengenai asal-usul serta  Ras Draconian”

Amon:”Tentu saya tidak setuju, hal tersebut akan menimbulkan pemberontakan masal oleh manusia-manusia.”

Enki:”Tapi, yang mulia tolong pertimbangkan perkembangan akal budi yang telah dilakukan oleh manusia-manusia tersebut.”

Amon:”Tidak! Terutama karena hal itu saya tidak mengizinkan.”

Tetapi Enki tetap bersikeras untuk memberitahukan informasi-informasi tersebut kepada manusia yang telah diciptakannya.  Dikumpulkanlah 3 orang manusia yang paling berbudi saat itu yang bernama Alulim, Izkhadaz, dan Zenosak oleh Enki. Mereka ber 3 adalah laki-laki.

Mereka dipertemukan oleh Enki di pertengahan hutan jauh dari pusat control. Disana mereka diajarkan ilmu tulis-menulis, bercocok tanam, menambang ,dan teknologi-teknologi dasar yang diketahui oleh Enki. Pertemuan ini selalu di tempat yang sama dan terjadi setiap seminggu sekali. Tentunya hal-hal yang perlu diajarkan dapat diterima dengan cepat oleh manusia karena penggunaan suatu alat teknologi tinggi yang dimiliki oleh alien tersebut. Alat tersebut berupa Alat menyerupai computer besar dan memiliki Antena untuk disambungkan langsung dengan otak dari manusia-manusia tersebut. Dan mereka diajarkan untuk memanggil ras Draconian dengan sebutan Annunaki yang berarti sang pencipta.

Enki: “Hai manusia-manusia terpilihku, suatu hari pertemuan-pertemuan kita mungkin akan berakhir.”

Alulim: “Mengapa wahai Annunaki? Apakah sesuatu yang buruk akan terjadi?”

Enki:”Pertemuan-pertemuan kita telah dicurigai oleh dewan-dewan yang ada di planet asal kami, dan sampai itu terjadi mungkin suatu hari kita akan melawan.”

Alulim:”Jadi inilah alasan mengapa Annunaki memberi kami pengetahuan ini?”

Enki:”Sebenarnya saya memberi pengetahuan ini karena saya merasa para manusialah yang berhak atas semua sumber daya yang ada di planet Bumi ini dan kalian berhak mengetahui dasar-dasar untuk membangun peradaban di bumi ini.”

Alulim:”Yang mulia Enki anda sungguh berhati mulia kepada kami, dan kami sangat berterima kasih atas semua pengetahuan yang telah yang mulia berikan pada kami.”

Enki:”Mungkin ini akan menjadi pertemuan kita yang terakhir , oleh karena itu jadilah pemimpin atas bangsa-bangsamu dan sebarkanlah pengetahuan ini di atas semua ras manusia yang kalian temui. Bersediakah kalian?”

Alulim, Izkhadaz, dan Zenosak:”Ya yang mulia kami bersedia.”

Akhirnya waktu yang telah diperkirakan oleh Enki datang juga. Setelah mendapat sinyal dari Enki dan timnya manusia mulai mempersiapkan semua senjata yg diselundupkan secara rahasia oleh Enki. Kelompok pertama yang melakukan perlawanan terdiri dari 1000 orang saja. Saat itu Ras manusia sudah mencapai sekitar 7000 orang.

Pemberontakan terjadi di daerah dekat pusat kontrol.  Para manusia ingin mencoba menerobos pusat kopntrol. Namun sebenarnya ras Draconian adalah ras yang cinta damai, sehingga walaupun dengan mudah mereka dapat melenyapkan manusia-manusia yang membertontak tersebut, hal itu tidak dilakukan. Hal itu juga melanggar perjanjian dalam bangsa mereka yang harus menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara bermusyawarah terlebih dahulu.

Selama pemberontakan berlangsung Enki membuat perkumpulan Brotherhood of Snake untuk melindungi para manusia. Perkumpulan ini terdiri dari orang-orang kelompok pertama yang melakukan pemberontakan. Brotherhood of Snake ini ditunjuk Enki sebagi perkumpulan manusia pertama yang awalnya ditugaskan sebagai pemimpin atas pemberontakan kepada ras Draconian.

Amon dan dewan-dewan Draconian sangat marah dengan pemberontakan atas manusia yang menginginkan kemerdekaan atas bumi.  Akhirnya suatu hari pasukan yang dikirim oleh Amon berhasil menangkap Enki untuk diadili di hadapannya dan para dewan-dewan. Amon menganggap Enki sebagai Pemimpin atas pemberontakan manusia di bumi.

Amon: “Enki! Mengapa kamu melanggar perintah yang saya berikan?”

Enki:”Maaf yang mulia tapi saya tetap bersikeras manusia yang kami ciptakan berhak mendapatkan pengetahuan atas asa usul serta hak atas planet mereka,”

Amon:”Tapi lihatlah apa yang terjadi, pemberontakan manusia atas kaum kita sendiri yang mengakibatkan eksplorasi sumber daya alam kita selama ini terhambat.”

Enki:”Tapi, mereka adalah anak-anakku! Mereka yang kami ciptakan dari gen penduduk asli bumi dan gen kita sendiri, mereka adalah saudara kita.”

Amon:”Kamu lancang Enki! Kamu telah melanggar perintahku, kamu mengkhianati ras kamu sendiri. Saya dan dewan-dewan Draconian akan menjatuhkan hukuman terhadap kamu dan akan menghancurkan manusia-manusia yang telah kalian ciptakan.”

Dewan-dewan:”Kami menetapkan agar Enki berserta seluruh timn kerjanya dijatuhi hukuman untuk tinggal di bumi selamanya sampai masa explorasi  Draconian terhadap bumi selesai ,  akan tetapi yang mulia, jasa-jasa Enki sangat besar terhadap Draconian. Kami rasa sepantasnya yang mulia dapat mengabulkan 1 permintaan terakhir yang diinginkan oleh Enki.”

Amon:”Ya, saya rasa saya setuju atas usul-usul yang diberikan oleh para dewan sekalian.”

Enki:”Apapun keinginan saya?”

Amon:”Apapun selama itu bukan penghapusan hukumanmu dan tim kerjamu, Enki. ”

Enki:”Baik, Saya tidak minta penghapusan hukuman , saya hanya meminta keringanan atas hukuman. Saya tetap akan berada di bumi dan tidak kembali ke planet asal kita, tetapi saya minta kemerdekaan atas planet bumi itu termasuk hukuman atas manusia dibatalkan.”

Amon:”Berani-beraninya kamu meminta itu? Sebenarnya apa tujuanmu?”

Enki:”Yang mulia, saya hanya minta keringanan bukan penghapusan. Saya tidak mempunyai maksud tertentu, saya hanya ingin manusia-manusia tersebut diberikan kesempatan untuk mengelola planet mereka sendiri.”

Amon:”Baik, dengan terpaksa saya kabulkan karena seorang Draconian tidak pernah melanggar janjinya.”

Enki:”Terima kasih yang mulia Amon! Sebutlah saya pengkhianat, saya mungkin pengkhianat bangsaku tapi biarkan pengkhianat ini melakukan apa yang menurutnya paling baik. Terimalah salam hormat saya yang terakhir .”

Lalu Enki memberikan salam hormat dengan mengacungkan tombaknya ke atas dan berlutut dengan 1 kaki ke hadapan Amon dan dewan-dewan Draconian.

Enki dan timnya pun akhirnya diturunkan kembali ke bumi. Mereka membawa kabar gembira kepada Brotherhood of Snake yang sekarang bertugas sebagai penghubung Enki dan manusia lainnya. Setelah beberapa waktu, Amon dan para Draconian yang tersisa yang ada diruang kontrol pun kembali ke planet asal mereka. Di tempat tersebut didirikan sebuah Ziggurat oleh Annunaki dan kelompok Brotherhood of Snake sebagai tempat peringatan tempat pendaratan pertama dari Annunaki.

Lalu dipanggilah Alulim ke hadapan Enki.

Enki:”Alulim, saya sekarang menunjuk kamu sebagai raja pertama dari bangsa manusia. Dan bangsa pertama akan saya beri nama Sumeria.”

Alulim:”Tapi Annunaki saya rasa saya tidak pantas sebagai pemimpin bangsa manusia yang pertama.”

Enki:”Tentu kamu pantas Alulim, dan mulai sekarang kamulah yang akan menyebarkan perintah-perintah serta amanat dariku.”

Alulim:”Terima kasih Annunaki atas kepercayaannya,  saya akan mencoba berusaha sebaik mungkin  sebagai raja dari Sumeria.”

Enki:”Kami para Annunaki akan mengajari kalian ilmu Astronomi, imu hitung-menghitung, ilmu konstruksi seperti pembuatan Ziggurat yang sedang kita kerjakan dan tidak lupa ilmu militer sebagai tonggak pertahanan bangsa-bangsamu.”

Alulim:”Saya mewakili semua manusia memberikan hormat pujian kepada Anunnaki.”

Berlututlah Alulim dihadapan Enki.

Enki:”Bagus, kami para Anunakki akan memberikan ilmu-ilmu dasar yang saya janjikan tadi.”

Demikianlah sesuai perjanjian tersebut, Enki dan seluruh timnya yang kini disebut para Annunaki memberikan ilmu-ilmu yang dijanjikan kepada Brotherhood Of Snake sebagai penghubung kepada bangsanya. Brotherhood of Snake inilah yang bertugas sebagi pengajaran kepada manusia-manusia lainnya.

Hari demi hari, bulan demi bulan serta tahun demi tahun pun berlalu. Bangsa Sumeria setiap hari selalu belajar mengenai hal yang baru. Mereka membangun kota-kota yang tertata rapi berkat pengajaran oleh Annunaki. Mereka belajar mengenai hal-hal yang baru setiap harinya, Alulim pun memerintah dengan baik, sebagai raja pertama atas Sumeria dia adalah seorang raja yang bijak.

Ziggurat yang telah dibangun berpuluh-puluh tahun akhirnya mencapai tahap penyempurnaan.  Ziggurat sendiri berarti berada di tempat yang tinggi. Ziggurat ini berbentuk piramida berundak yang tersusun, dan memiliki puncak yang rata. Ziggurat ini digunakan untuk penyembahan dan upacara keagamaan oleh bangsa Sumeria sebagai penghormatan kepada Annunaki. Para Annunaki juga tinggal di dalam ziggurat tersebut, dan hanya Alulim sang raja yang boleh menemui lansung Annunaki.

Setelah 50 tahun lamanya para Enki akhirnya mempunyai suatu rencana besar. Lalu sekali lagi Alulim dipanggil oleh Enki.

Enki:”Alulim, sebagai raja Sumeria dan ketua dari Brotherhood of Snake saya ingin meminta pendapatmu untuk pengembangan peradaban manusia.”

Alulim:”Apakah itu Anunakki?”

Enki:”Saya berencana untuk membagi Manusia-manusia yang ada disini untuk membangun peradaban-peradaban ke seluruh penjuru bumi.”

Alulim:”Saya setuju dengan rencana Annunaki, tapi bagaimanakah cara kita membaginya agar mereka menyebar ke seluruh bumi?”

Enki:”Saya berencana untuk membagi 5 orang dari Brotherhood of Snake sebagai pemimpin 1000 orang yang akan mereka bawa ke daerah-daerah yang akan saya tentukan nantinya. Dan 5 orang inilah yang nantinya sebagai pemimpin yang baru bangsa-bangsa yang akan mereka dirikan.”

Alulim:”Saya rasa rencana tersebut bisa dijalankan, tetapi kemana sajakah Annunaki akan mengirim mereka?”

Enki:”Saya akan mengirim mereka ke arah barat laut yang akan saya beri nama mereka Maya, Kelompok lainnya akan saya kirim ke arah barat daya yang akan saya beri nama Mesir, lalu ada kelompok yang akan saya kirim ke arah timur yang saya beri nama Asia dan terakhir saya akan mengirim mereka ke arah selatan yang saya beri nama Africa.”

Alulim:”Hormat kepada Annunaki atas rencana penyebaran manusia ke seluruh penjuru bumi.”

Enki:”Kalau begitu setelah rencana ini saya rasa tepat waktunya, harus segera kamu umumkan dan jalankan.”

Alulim:”Baik yang mulia!”

Setelah Waktu yang ditentukan tiba Alulim pun membagi ke-4 kelompok yang akan disebarkan ke tempat-tempat yang telah ditentukan oleh Anunakki. Diatas Ziggurat, Alulim dan Enki berdiri bersebelahan. Dan manusia-manusia di bawah Ziggurat berlutut memberikan hormat kepada Alulim dan Enki.

Alulim:”Saya sebagai raja Sumeria dan pengirim pesan kepada semua bangsa-bangsaku ingin mengungumkan bahwa ke-4 kelompok yang telah ditentukan harus melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang ditentukan hari ini!”

Anunakki:”Saya ingin memberikan pesan terakhir kepada kalian semua, ingatlah untuk membangun ziggurat-ziggurat sebagai tanda hormat kepada Annunakki. Suatu saat bila Anunakki ingin mengunjungi daerah kalian, Ziggurat itulah sebagai tempat untuk penyambutan kami. Dan jangan lupakan upacara-upacara keagamaan sebagai simbol untuk mengenang Anunakki di dalam ziggurat tersebut.”

Alulim:”Ingatlah bahwa pesan dari Anunakki sesungguhnya adalah perintah bagi kita,”

Setelah hari tersebut akhirnya Enki menyampaikan pesan terakhir kepada Alulim bahwa para Annunaki akan meninggalkan Sumeria. Para Annunaki akan menetap di perut bumi dan tetap melihat seluruh peradaban manusia yang telah dibangun. Suati hari mereka akan mengunjungi bangsa yang pantas untuk mendapat kunjungan dari para Annunaki.

Alulim dan bangsa Sumeria memberikan penghormatan terakhir kepada para Annunaki, dan dengan transportasi yang mirip dengan piringan mereka terbang dengan cepat ke atas langit biru meninggalkan manusia-manusia yang mereka cintai. Seiring dengan menyingsingnya matahari di timur dimulailah peradaban manusia.

Iklan